lagupopuler.web.id Suasana penuh khidmat terasa saat sejumlah musisi tanah air tampil dalam konser amal bernuansa religi yang digelar RRI di Auditorium Abdurahman Saleh, Jakarta. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang berbagi, menghadirkan harmoni musik sekaligus kepedulian sosial dalam satu panggung yang menyentuh hati.
Konser ini menghadirkan nama-nama seperti Ita Purnamasari, Badai, Rey Jonih, Suci Pratiwi, Papinka, hingga Caffeine. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai penghibur, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial untuk membantu sesama. Tema “Harmoni Negeri untuk Berbagi” menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara.
Penampilan Penuh Makna dari Ita Purnamasari
Salah satu momen yang paling membekas adalah penampilan Ita Purnamasari yang membawakan lagu “Dengan Menyebut Nama Allah”, karya yang pernah dipopulerkan Novia Kolopaking. Lantunan suaranya menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, membuat suasana auditorium terasa syahdu dan penuh refleksi.
Tidak hanya itu, Ita juga mempersembahkan lagu “Tiada yang Melebihi” ciptaan Dwiki Dharmawan sebagai bentuk sedekah musikal untuk acara tersebut. Ia menyampaikan salam dari sang pencipta lagu yang berhalangan hadir, namun tetap menitipkan karya untuk disumbangkan dalam konser amal ini. Gestur tersebut mempertegas bahwa musik dapat menjadi medium berbagi yang tulus.
Kolaborasi Lintas Musisi dan Lembaga
Konser ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan bentuk kolaborasi lintas sektor. RRI menggandeng Nada Bumi serta Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK). Sinergi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.
LPOI beranggotakan organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama, Syarikat Islam, dan Persis. Sementara itu, LPOK menghadirkan perwakilan dari berbagai agama seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa nilai berbagi melampaui batas keyakinan dan menjadi titik temu kemanusiaan.
Donasi untuk Yatim, Duafa, dan Korban Bencana
Fokus utama konser ini adalah menghimpun donasi bagi anak yatim, kaum duafa, serta masyarakat terdampak bencana. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial, dan konser amal ini menjadi jembatan antara seni dan kepedulian.
Melalui siaran radio dan kehadiran langsung penonton di auditorium, pesan berbagi tersebar lebih luas. Pendengar yang tidak hadir secara fisik tetap bisa merasakan atmosfer acara dan tergerak untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana. Peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik memperkuat jangkauan dan dampak kegiatan ini.
Musik sebagai Medium Kebaikan
Konser amal ini memperlihatkan bahwa musik memiliki daya yang lebih dari sekadar hiburan. Lagu-lagu religi yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan mengajak refleksi. Lirik yang sarat makna berpadu dengan suasana Ramadan, menciptakan pengalaman spiritual kolektif.
Bagi para musisi, tampil di konser amal menjadi bentuk kontribusi sosial. Mereka tidak hanya menyumbangkan suara, tetapi juga waktu dan energi untuk mendukung misi kemanusiaan. Kolaborasi ini memperlihatkan wajah lain industri musik yang peduli dan berempati.
Peran RRI dalam Menggerakkan Kepedulian
Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI menunjukkan peran strategis dalam membangun kesadaran sosial. Dengan menghadirkan konser amal bertema religi, RRI memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan pesan positif. Program ini menjadi bukti bahwa media dapat menjadi katalisator kebaikan.
RRI juga memperlihatkan komitmen untuk menghadirkan konten yang tidak hanya informatif dan menghibur, tetapi juga berdampak sosial. Melalui tema “Harmoni Negeri untuk Berbagi”, pesan yang ingin disampaikan jelas: kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi bangsa.
Harmoni Keberagaman dalam Satu Panggung
Keterlibatan berbagai organisasi keagamaan dalam konser ini menjadi simbol kuat toleransi dan persatuan. Di tengah perbedaan keyakinan, semua pihak bersatu untuk tujuan kemanusiaan. Musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai latar belakang.
Kolaborasi lintas agama dan lintas profesi ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Ketika musisi, lembaga keagamaan, dan media publik bekerja bersama, dampak yang dihasilkan menjadi lebih luas dan bermakna.
Konser amal Ramadan ini bukan hanya sebuah acara musik, tetapi gerakan sosial yang mempertemukan seni, spiritualitas, dan kepedulian dalam satu panggung. Melalui harmoni lagu dan niat berbagi, RRI dan para seniman membuktikan bahwa kebaikan dapat disuarakan, dirayakan, dan disebarkan ke seluruh negeri.

Cek Juga Artikel Dari Platform hotviralnews.web.id

More Stories
Pemerintah Dukung PAPPRI Majukan Musik Nasional
Kemenekraf Siapkan Talenta Musik ke Panggung Dunia
Daftar Rilisan Musik Juni 2025: Monita Tahalea & Aqeela Calista