Industri Musik Asia Makin Menggeliat di Panggung Global
Industri musik Asia menunjukkan perkembangan yang semakin matang dan berpengaruh di kancah global. Dalam satu dekade terakhir, musisi dan karya dari kawasan Asia berhasil menembus pasar internasional, menantang dominasi Barat yang selama puluhan tahun menguasai industri hiburan dunia.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kombinasi kreativitas, kekuatan pasar domestik, serta adaptasi teknologi digital yang masif. Platform streaming, media sosial, dan konser berskala internasional menjadi katalis penting yang mendorong musik Asia tampil lebih percaya diri di panggung global.
Octive Rilis Peringkat Industri Musik Asia 2025
Lembaga riset Octive baru-baru ini merilis daftar 10 negara dengan industri musik terbaik di Asia tahun 2025. Daftar ini disusun berdasarkan sejumlah indikator, seperti nilai pasar musik, pengaruh global, keberlanjutan industri, inovasi, serta kekuatan ekosistem kreatif di masing-masing negara.
Hasilnya cukup menarik perhatian. Negara-negara Asia Timur dan Asia Selatan mendominasi posisi atas, sementara Asia Tenggara mulai menunjukkan kebangkitan signifikan, termasuk Indonesia.
Posisi Terbawah: Hong Kong dan Filipina
Pada peringkat ke-10, terdapat Hong Kong. Meski wilayahnya kecil, Hong Kong memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri Cantopop dan pernah melahirkan banyak ikon musik Asia.
Di posisi ke-9, Filipina menempati peringkat dengan kekuatan talenta vokal yang sangat menonjol. Musik Original Pilipino Music (OPM) dikenal memiliki basis penggemar kuat, baik di dalam negeri maupun diaspora Filipina di berbagai negara.
Malaysia dan Thailand di Tengah Papan
Peringkat ke-8 ditempati Malaysia, yang industri musiknya mencerminkan keragaman budaya Melayu, Tionghoa, dan India. Ekosistem musik Malaysia relatif stabil dengan dukungan media dan industri hiburan lokal.
Sementara itu, Thailand berada di peringkat ke-7. Dalam beberapa tahun terakhir, T-Pop menunjukkan perkembangan pesat dan mulai menarik perhatian pasar regional, terutama di Asia Tenggara.
Indonesia Masuk 6 Besar Industri Musik Asia
Kabar yang cukup membanggakan datang dari posisi ke-6 yang ditempati Indonesia. Peringkat ini menunjukkan bahwa industri musik Tanah Air memiliki potensi besar dan terus berkembang secara signifikan.
Dengan pasar domestik yang sangat besar, Indonesia memiliki keunggulan dalam jumlah pendengar dan konsumsi musik. Beragam genre tumbuh subur, mulai dari pop arus utama, dangdut, rock, hingga skena indie yang semakin solid. Selain itu, kehadiran platform digital membuat musisi Indonesia lebih mudah menjangkau audiens global.
Taiwan dan Kekuatan Mandopop
Naik ke peringkat ke-5, Taiwan dikenal sebagai salah satu pusat Mandopop terkuat di Asia. Industri musik Taiwan telah melahirkan banyak penyanyi berpengaruh yang populer di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Ekosistem musik Taiwan dinilai matang, dengan dukungan kuat dari industri rekaman, media, dan konser live yang berkelanjutan.
India dan China: Raksasa Pasar Musik
Di peringkat ke-4, India tampil sebagai raksasa industri musik dengan produksi yang masif. Musik Bollywood dan berbagai genre regional menjadikan India sebagai salah satu produsen konten musik terbesar di dunia.
Peringkat ke-3 ditempati China. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, China memiliki pasar musik digital yang luar biasa. Pertumbuhan platform streaming domestik mendorong industri musik China berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Korea Selatan di Posisi Kedua
Tak mengejutkan, Korea Selatan berada di peringkat ke-2. Fenomena K-Pop telah menjelma menjadi kekuatan global, dengan artis-artisnya mendominasi tangga lagu internasional dan menggelar tur dunia.
Industri musik Korea Selatan dikenal sangat terstruktur, didukung sistem pelatihan artis yang kuat, strategi pemasaran global, serta sinergi antara musik, fashion, dan budaya populer.
Jepang Jadi yang Terbaik di Asia
Puncak daftar industri musik Asia 2025 ditempati Jepang. Jepang telah lama dikenal sebagai pasar musik terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Industri musik Jepang sangat kuat secara domestik, dengan loyalitas penggemar yang tinggi terhadap fisik album, konser, dan merchandise. J-Pop, anime soundtrack, hingga musik alternatif berkembang berdampingan dalam ekosistem yang stabil dan berkelanjutan.
Kenapa Jepang Unggul?
Menurut Octive, keunggulan Jepang terletak pada kombinasi nilai pasar yang besar, daya beli penggemar, serta keberlanjutan industri yang tidak terlalu bergantung pada tren global semata. Jepang berhasil menjaga identitas musiknya sendiri sambil tetap relevan di era digital.
Selain itu, infrastruktur industri musik Jepang dinilai sangat solid, mulai dari manajemen artis, distribusi, hingga konser berskala besar.
Posisi Indonesia dan Tantangan ke Depan
Masuknya Indonesia di peringkat ke-6 menunjukkan bahwa industri musik nasional berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan ke depan masih besar, terutama dalam memperkuat ekspor musik dan meningkatkan daya saing global.
Dukungan terhadap musisi lokal, penguatan regulasi industri kreatif, serta kolaborasi lintas negara menjadi kunci agar Indonesia bisa naik ke peringkat lebih tinggi di masa mendatang.
Kesimpulan
Daftar industri musik Asia 2025 versi Octive menegaskan bahwa Asia kini menjadi pusat kekuatan baru dalam industri musik global. Jepang berada di puncak, disusul Korea Selatan dan China, sementara Indonesia berhasil mengamankan posisi ke-6 yang cukup membanggakan.
Peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan potensi dan arah perkembangan industri musik masing-masing negara. Bagi Indonesia, pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa musik Tanah Air memiliki masa depan cerah jika dikelola dengan konsisten dan visioner.
Baca Juga : Duet dengan JKT48, Rhoma Irama Tertantang Hadapi Gen Z
Cek Juga Artikel Dari Platform : revisednews


More Stories
Chest Voice: Pengertian, Fungsi, dan Latihan Efektif
Suara Kepala: Apa Itu dan Cara Mencapainya Saat Bernyanyi
Mengenal Teknik Falsetto dalam Olah Vokal