February 13, 2026

lagu populer

update lagu viral dan enak didengar saat ini

Radiohead Protes Musik Dipakai Tanpa Izin, Produser Melania Buka Suara

lagupopuler.web.id Dunia musik dan film kembali diwarnai perdebatan soal hak cipta. Kali ini, perhatian publik tertuju pada protes dari Jonny Greenwood, gitaris Radiohead, terkait penggunaan musik yang dikaitkan dengan film Phantom Thread dalam sebuah film dokumenter tentang Melania.

Isu ini menjadi ramai karena melibatkan nama besar dalam industri musik alternatif serta tokoh publik yang dokumenternya sedang menjadi sorotan. Dalam kasus ini, Greenwood bersama sutradara Paul Thomas Anderson meminta agar musik tersebut dihapus dari dokumenter.

Permintaan itu kemudian ditanggapi oleh produser film dokumenter, Marc Beckman, yang menyatakan bahwa pihaknya telah mengikuti protokol yang diperlukan dan merasa memiliki hak untuk menggunakan materi musik tersebut.

Kontroversi ini memperlihatkan bagaimana penggunaan musik dalam film dokumenter bisa menjadi persoalan kompleks, terutama ketika menyangkut lisensi, izin kreator, dan batasan hukum dalam industri hiburan.


Permintaan Penghapusan Musik dari Pihak Radiohead

Jonny Greenwood dikenal bukan hanya sebagai personel Radiohead, tetapi juga sebagai komposer film yang karyanya sering digunakan dalam proyek sinema besar. Musik yang ia ciptakan untuk film Phantom Thread dianggap sebagai bagian penting dari atmosfer dan identitas film tersebut.

Ketika musik itu muncul dalam film dokumenter lain tanpa persetujuan yang jelas, Greenwood merasa perlu menyuarakan keberatan.

Bersama Paul Thomas Anderson, sutradara yang bekerja dengannya dalam proyek tersebut, Greenwood meminta agar musik yang digunakan dalam dokumenter Melania segera dihapus.

Permintaan ini menegaskan bahwa para kreator musik memiliki kontrol moral dan profesional atas karya mereka, terutama ketika karya tersebut digunakan dalam konteks yang berbeda dari tujuan awal penciptaannya.


Produser Dokumenter Mengklaim Sudah Sesuai Prosedur

Menanggapi protes tersebut, produser film dokumenter Melania, Marc Beckman, memberikan pernyataan resmi.

Beckman menyebut bahwa tim produksinya telah mengikuti semua protokol yang diperlukan. Ia juga mengklaim bahwa pihaknya memiliki hak untuk menggunakan musik tersebut.

Dalam industri film, penggunaan musik memang tidak selalu sederhana. Ada aturan lisensi yang mengatur apakah sebuah karya bisa dipakai dalam proyek lain, serta bagaimana prosedur perizinannya.

Beckman tampaknya menegaskan bahwa penggunaan musik itu dilakukan berdasarkan jalur yang dianggap sah secara administratif.

Namun, pernyataan ini justru membuka diskusi lebih luas: apakah izin formal selalu cukup, atau kreator tetap berhak menentukan konteks penggunaan karya mereka?


Hak Cipta Musik dalam Film Dokumenter

Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa hak cipta musik adalah salah satu isu paling sensitif dalam produksi film, termasuk dokumenter.

Musik dalam film biasanya tidak hanya menjadi latar suara, tetapi juga membangun emosi, narasi, dan identitas visual.

Untuk menggunakan musik secara legal, biasanya diperlukan beberapa jenis izin, seperti:

  • Lisensi rekaman (master rights)
  • Lisensi komposisi (publishing rights)
  • Izin dari pemegang hak cipta atau label
  • Kesepakatan penggunaan dalam konteks tertentu

Jika salah satu unsur izin tidak terpenuhi, maka potensi konflik bisa muncul.

Film dokumenter sering menghadapi tantangan lebih besar karena biasanya menggunakan materi arsip atau karya yang sudah ada sebelumnya.


Ketegangan antara Legalitas dan Etika Kreatif

Menariknya, kasus seperti ini sering tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal etika kreatif.

Secara legal, sebuah tim produksi mungkin merasa sudah memiliki izin melalui jalur tertentu. Namun, dari sisi kreator, penggunaan karya tanpa komunikasi langsung bisa dianggap tidak menghormati pencipta.

Musisi seperti Jonny Greenwood dikenal sangat selektif dalam konteks penggunaan musiknya. Ia mungkin merasa karya tersebut tidak seharusnya muncul dalam dokumenter yang membawa narasi berbeda dari film aslinya.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam industri kreatif, izin formal belum tentu menghapus persoalan moral dan artistik.


Radiohead dan Sikap Tegas terhadap Penggunaan Musik

Radiohead selama ini dikenal sebagai band yang cukup tegas dalam mengatur penggunaan karya mereka. Mereka sering menjaga jarak dari proyek-proyek yang dianggap tidak sesuai dengan nilai artistik mereka.

Karena itu, protes Greenwood dipandang sebagai bagian dari prinsip kreatif yang mereka pegang.

Musik bukan sekadar produk, tetapi ekspresi artistik yang melekat pada identitas penciptanya.

Ketika karya digunakan tanpa persetujuan yang dirasa cukup, reaksi publik pun tak terhindarkan.


Dampak Kontroversi bagi Industri Film dan Musik

Kontroversi ini juga memberi pelajaran penting bagi industri film dan musik.

Bagi pembuat film dokumenter, kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan musik harus dilakukan dengan sangat hati-hati, tidak hanya dari sisi lisensi, tetapi juga komunikasi dengan kreator.

Bagi musisi, kasus ini menunjukkan pentingnya perlindungan hak cipta di era digital, ketika karya dapat digunakan ulang dengan cepat dalam berbagai format.

Di sisi lain, publik juga semakin sadar bahwa musik dalam film bukan sekadar tempelan, tetapi bagian dari karya yang memiliki nilai hukum dan artistik.


Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?

Dalam kasus seperti ini, biasanya ada beberapa kemungkinan:

  • Musik dihapus atau diganti dari dokumenter
  • Terjadi negosiasi ulang soal lisensi
  • Perselisihan berlanjut ke ranah hukum
  • Muncul klarifikasi tambahan dari pihak terkait

Belum ada kepastian akhir, tetapi kasus ini sudah cukup memicu diskusi luas tentang batas penggunaan karya musik dalam produksi film.


Penutup: Musik, Hak Cipta, dan Kontrol Kreator

Protes Jonny Greenwood dari Radiohead terhadap penggunaan musik Phantom Thread dalam film dokumenter Melania menunjukkan bahwa isu hak cipta masih menjadi tantangan besar dalam industri hiburan.

Produser Marc Beckman mengklaim telah mengikuti prosedur dan memiliki hak penggunaan. Namun, perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa persoalan tidak selalu selesai hanya dengan dokumen izin.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa karya musik memiliki nilai artistik dan hukum yang kuat, serta bahwa komunikasi dan penghormatan terhadap kreator tetap menjadi hal penting dalam dunia film dan media modern.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarjawa.web.id