February 4, 2026

lagu populer

update lagu viral dan enak didengar saat ini

Kemenekraf Dorong Diplomasi Musik Indonesia di Bangkok

lagupopuler.web.id Pemerintah Indonesia terus memperluas pendekatan diplomasi budaya dengan menempatkan musik sebagai salah satu ujung tombak. Melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, langkah strategis ini diwujudkan dalam partisipasi aktif pada Bangkok Music City yang berlangsung di Charoenkrung Creative District. Kehadiran Indonesia di ajang tersebut menegaskan komitmen negara untuk mendorong internasionalisasi musisi nasional sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi kreatif lintas negara.

Pendekatan diplomasi musik dipilih karena memiliki daya jangkau emosional yang kuat. Musik mampu menembus batas bahasa dan budaya, membangun kedekatan antarbangsa, serta memperkuat citra kreatif Indonesia di mata dunia. Dalam konteks ini, diplomasi tidak hanya dipahami sebagai hubungan antarpemerintah, melainkan kolaborasi ekosistem industri yang saling menguntungkan.

Peran Aktif Pemerintah dalam Ekosistem Global

Kemenekraf memanfaatkan momentum Bangkok Music City untuk mengikuti sesi konferensi dan business matching. Forum-forum ini memberi ruang dialog langsung antara pelaku industri musik Indonesia dengan pemangku kepentingan regional dan global. Diskusi yang terjadi mencakup dinamika pasar, model distribusi, hingga peluang kolaborasi konten lintas negara.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa partisipasi Indonesia merupakan bentuk dukungan nyata terhadap musisi dan pelaku industri kreatif. Pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing dengan membuka akses jejaring internasional serta memperkuat posisi tawar kreator Indonesia.

Thailand sebagai Mitra Strategis Regional

Pemilihan Thailand sebagai mitra kerja sama bukan tanpa alasan. Negara ini memiliki industri musik dan hiburan yang berkembang pesat, serta infrastruktur kreatif yang matang. Bangkok Music City menjadi contoh bagaimana kota dapat memfasilitasi pertemuan antara kreativitas, bisnis, dan kebijakan publik dalam satu ekosistem.

Melalui ajang ini, Indonesia dan Thailand memperkuat dialog kerja sama, khususnya pada subsektor musik dan industri berbasis konten. Kolaborasi regional semacam ini dipandang penting untuk menghadapi tantangan industri global, mulai dari perubahan pola konsumsi musik hingga transformasi digital yang terus bergerak cepat.

Showcase Musisi Indonesia dan Respons Global

Salah satu sorotan utama partisipasi Indonesia adalah penampilan musisi nasional dalam sesi showcase. Tiga nama yang tampil—INIS, Ardhito Pramono, dan Morbid Monke—mewakili keragaman warna musik Indonesia. Dari pendekatan pop-soul hingga eksplorasi alternatif, penampilan mereka menunjukkan kualitas produksi dan karakter musikal yang siap bersaing di pasar internasional.

Respons penonton lintas negara dan pelaku industri terbilang positif. Showcase tidak hanya berfungsi sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga etalase potensi kreatif Indonesia. Interaksi langsung dengan kurator festival, label, promotor, dan media internasional membuka peluang lanjutan, baik dalam bentuk kolaborasi maupun distribusi karya.

Business Matching dan Transfer Pengetahuan

Selain panggung pertunjukan, nilai strategis lain terletak pada sesi business matching. Di sinilah pelaku industri Indonesia memperoleh wawasan langsung mengenai standar kerja global, strategi pemasaran lintas wilayah, serta peluang pembiayaan dan kemitraan. Pertukaran pengetahuan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing industri musik nasional.

Bagi pemerintah, masukan dari pelaku industri yang terlibat dalam forum internasional menjadi bahan evaluasi kebijakan. Pendekatan berbasis kebutuhan lapangan membantu Kemenekraf merumuskan program yang lebih tepat sasaran, baik untuk pengembangan talenta, dukungan produksi, maupun akses pasar.

Musik sebagai Soft Power Indonesia

Diplomasi musik yang diperluas di Bangkok Music City memperlihatkan bagaimana musik berfungsi sebagai soft power. Lewat karya dan kolaborasi, Indonesia membangun narasi positif sebagai negara kreatif dengan talenta yang relevan secara global. Citra ini berkontribusi pada penguatan hubungan bilateral dan regional, sekaligus mendukung sektor ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.

Pendekatan soft power juga memungkinkan dialog budaya yang lebih setara. Alih-alih hanya mempromosikan, Indonesia hadir sebagai mitra kreatif yang siap berkolaborasi dan bertukar ide. Model ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan jangka panjang di industri yang sangat bergantung pada jejaring.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski peluang terbuka lebar, tantangan tetap ada. Persaingan global menuntut konsistensi kualitas, adaptasi teknologi, dan pemahaman pasar yang mendalam. Namun, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif di forum internasional, musisi dan pelaku industri Indonesia memiliki landasan kuat untuk berkembang.

Ke depan, keberlanjutan diplomasi musik perlu dijaga melalui program pendampingan pasca-acara, penguatan distribusi digital, serta kolaborasi lintas subsektor kreatif. Sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci agar momentum internasionalisasi tidak berhenti pada satu perhelatan.

Penutup

Partisipasi Kemenekraf di Bangkok Music City menandai langkah konkret perluasan diplomasi musik Indonesia. Melalui konferensi, business matching, dan showcase musisi, Indonesia memperkuat jejaring industri sekaligus memperkenalkan kualitas kreatifnya ke panggung regional dan global. Inisiatif ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya ekspresi budaya, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun kerja sama ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id